top of page

"Antara Konservasi Tarsius & Pelestarian Hutan..."


Dua tahun lebih tinggal di hutan...

Masa masa awal terbetiknya rencana pelestarian tarsius tak lepas dari keprihatinan akan maraknya illegal logging yang terjadi di kawasan hutan.

Ketika pulang kembali ke belitung tahun 2000an dan hampir setiap minggu dihabiskan mengeksplor hutan belitung, mendapatkan kenyataan getir bahwa luasan hutan diatas kertas memang cukup besar namun seberapa besar tutupan hutan yang masih asri sangat mengkhawatirkan...Perambahan liar hampir selalu ditemui ketika menjelajah kawasan hutan apalagi yang berstatus lindung tempatnya pohon pohon besar dan berkulitas tersisa.

Ketika berulangkali kehutan dan kadang tak sengaja bertemu dengan pembalak liar, adrenalin pun membuncah, karena walaupun salah mereka kadang lebih berani dari kita..Ini beberapa kali terjadi dan kami pahami bahwa ini tak lepas dari adanya oknum oknum yang membecking di belakang mereka..

Lantas apa yang harus dilakukan...melawan langsung nyawa taruhan... Tak jarang jungkir balik lari sana sini ketika ketahuan ngamatin yang lagi melakukan pembalakan. Pernah suatu ketika akhirnya harus bersembunyi hingga malam ditengah hutan karena ketahuan. Namun demikian tak rela rasanya hutan yang masih tersisa diperlakukan demikian. Laporan demi laporan dilakukan dan bersinergi dengan pemangku kepentingan juga dilaksanakan..namun sepi sesaat muncul lagi kemudian dan modus operandinya pun semakin canggih saja..giliran yang patroli siang mereka beroperasi malam.. hmmm...semakin lihai saja mereka membaca situasi..

Terbersitlah ide gila gimana kalau kita bikin camp aja disekitar hutan, karena indikasinya kalau kita lagi berkemah..malampun gak ada yang operasi, namun kalau mereka tahu kita sudah gak ada operasi pun di mulai lagi...

Akhirnya setelah kisaran 3 tahun melanglang buana dari hutan ke hutan, dari gurok beraye, gurok marsila dan gurok lainnya dari gunung kubing di selatan hingga gunung duren di timur, camp sederhana pun di buat disebuah lokasi yang berdekatan dengan jalur naik turunnya kayu...Selama masa pembuatan dan juga ketika camp jadi n secara kontinyu kita tinggal disana serta keasyikan kita memetakan apa saja flora fauna yang menarik yang ada di dalam hutan, ternyata kita dapati tingkat kejadian illegal logging menurun secara drastis...meskipun ternyata dari hasil penelusuran pelaku illegal logging kemudian memindahkan jalur operasi ketempat lain yang masih memungkinkan...

Namun paling tidak kesimpulan yang kami dapatkan seperti yang kami sampaikan kepada Bapak Zulkifli Hasan ketika kami mendapatkan penghargaan Wana Lestari dari Kementrian Kehutanan, bahwa kalau pengamanan swadaya dengan pelibatan kelompok masyarakat yang peduli bisa dilakukan, khususnya di titik titik utama kemungkinan akses turun naiknya kayu dari kawasan, mudah mudahan akan sangat membantu kerja aparat penjaga hutan dan menurunkan kejahatan perambahan liar..


 
About Me.

Over 20 years passioned in the environment, community empowerment, conservation, education and economic inclusive. Established NGO-KPLB since 1997, built Batu Mentas Natural Park and conducted in the research and conservation of Tarsius since 2007. Now active also in Perkumpulan Telapak Indonesia as National Coordinator of Community Based Tourism and actively helping communities in various places in Indonesia to develop their potencies become a destination, from strengthening in the grass root till building an international market. Active also in building piloting sustainable best reclamation model in several places affected by the mine.

Awarded Wana Lestari Award 2011 from Ministry of Forestry RI, Coastal Award 2012 from Ministry of Marine Affairs RI, invited as IVLP representative from US Ministry 2014, was awarded Equator Prize Award 2015 from UNDP and International representative speaker at the peak of World Ocean Day 2017 at United Nation Headquarter office in New York.

  • Black Facebook Icon
  • Black Instagram Icon
  • Black Twitter Icon
Never Miss a Post!

Hi, I am Budi Setiawan

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Instagram Icon
  • Grey Twitter Icon

Over 20 years passioned in the environment, community empowerment, conservation, education and economic inclusive. Established NGO-KPLB since 1997, built Batu Mentas Natural Park and conducted in the research and conservation of Tarsius since 2007. Now active also in Perkumpulan Telapak Indonesia as National Coordinator of Community Based Tourism and actively helping communities in various places in Indonesia to develop their potencies become a destination, from strengthening in the grass root till building an international market. Active also in building piloting sustainable best reclamation model in several places affected by the mine.

Awarded Wana Lestari Award 2011 from Ministry of Forestry RI, Coastal Award 2012 from Ministry of Marine Affairs RI, invited as IVLP representative from US Ministry 2014, was awarded Equator Prize Award 2015 from UNDP and International representative speaker at the peak of World Ocean Day 2017 at United Nation Headquarter office in New York and received "Tourism for Tomorrow Award 2019" from World Travel & Tourism Council (WTTC) in Seville, Spain.

bottom of page